Pages

Thursday, July 26, 2012

Penyataan Jama'ah Muslimin (Hizbullah)



بسم الله الرحمن الرحيم
 جماعة المسلمين (حزب الله)
JAMA`AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)




Press Release
PERNYATAAN JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)
KE ATAS DAKWAAN ISRAEL TERHADAP
MASJID AL-AQSA PALESTIN



Sehubungan pernyataan Peguam Negara Israel Yehuda Vainshtein yang menyatakan bahwa Masjid Al-Aqsha dan wilayah sekitarnya adalah sebahagian dari tanah Israel (Republika, 23 Juli 2012). Maka, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyatakan sikap sebagai berikut :

1.      Mengecam keras pernyataan tersebut, mengingatkan Masjid Al-Aqsa adalah tempat ibadah umat Islam, masjid suci ketiga setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta tempat ziarah umat Islam yang paling dianjurkan untuk dikunjungi. Sesuai Surah Al-Isra [17] : 1. 
2.      Pernyataan tersebut jelas sekali menyokong tindakan nyata yahudisasi di kawasan Masjid  Al-Aqsa dan sekitarnya. Hal ini merosakkan dan menodai kesucian Masjid Al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam, tempat Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alahi Wasallam serta bertentangan dengan hak asasi manusia dan melanggar ketentuan kawasan Al-Aqsa sebagai warisan dunia (world of heritage) yang dilindungi badan dunia Unesco. Menurut media Palestin, Zionis Israel selama ini telah banyak melakukan tindakan pencerobohan, mulai dari pembuatan terowongan di bawah Masjid Al-Aqsa, pencerobohan kawasan dan pendirian tempat ibadat Yahudi di kawasan Masjid. Sesuai Surat At-Taubah [9] : 17-18.
3.      Berkaitan dengan keputusan Persidangan Antarabangsa  bagi  Pembebasan Al-Quds dan Palestin atau International Conference for The Freedom Al-Quds & Palestine (Bandung, 4-5 Juli 212), maka Majlis Syura dari persidangan telah mengambil langkah-langkah darurat mendesak umat Islam untuk segera mengambil langkah kongkrit bagi menyelamatkan Masjid Al-Aqsa, dengan cara antara lain : 

a.  Mengerakkan pasukan sokongan muslim dunia agar mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan untuk megadili kejahatan rejim Zionis Israel.
.b.     Menyeru kepada para ulama/khatib/tokoh/oraganisasi NGO Islam dan media massa untuk selalu mengingatkan umat Islam akan pentingnya kedudukan Masjid Al-Aqsa dalam Islam dan usaha Yahudisasi terhadap kawasan Al-Aqsa.
c.       Menyeru seluruh umat Islam bergerak menziarah dan membela Masjid Al-Aqsa.
d.    Menyeru seluruh umat Islam untuk memberikan sokongan doa, dana dan sumber daya, terutama pada bulan suci Ramadhan ini, bagi kesucian kawasan Masjid Al-Aqsa dan sekitarnya.

4.      Mendesak kepada pimpinan Negara-negara di dunia baik Eropah, Asia, Afrika maupun Amerika untuk mengecam keras Zionis Israel dan agar segera menghentikan provokasi yahudisasi tersebut tanpa syarat, memaksa Zionis Israel untuk segera keluar dari tanah jajahannya dan membiarkan bangsa Palestin merdeka menentukan nasibnya sendiri kerana kemerdekaan suatu bangsa merupakan hak asasi manusia yang paling penting dan merupakan hak yang paling asas bagi suatu bangsa. Oleh itu, penjajahan di manapun di dunia termasuk di Palestin harus segera dihentikan. Tindakan yahudisasi tersebut boleh menimbulkan konflik agama besar-besaran di wilayah tersebut. Umat Islam di seluruh dunia dapat bergerak memobilisasi massa untuk turut mengadakan perlawanan dan pembelaan terhadap Al-Aqsa. 
5.      Kepada seluruh komponen umat Islam di Palestin sebagai umat yang paling dekat dengan Masjid Al-Aqsa agar terus merapatkan barisan dan bersatu dalam perjuangan pembebasan Al-Aqsa. Selanjutnya, kepada seluruh umat Islam di dunia untuk merapatkan satu barisan Jama’ah Muslimin secara terpimpin (Khilafah ‘Alaa Minhaajin Nubuwwah) bagi mewujudkan pembebasan Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestin. Sesuai Surat Ali Imran : 103, dan Surat Al-Anfal [8] : 73.
Alhamdulillah, iyyakana’budu waiyyakanasta’in.


Jakarta, 4 Ramadhan 1433 H. / 23 Juli 2012 M.


 Imaamul Muslimin,

(Signed)

Syaikh Muhyiddin Hamidy



-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


بسم الله الرحمن الرحيم
 جماعة المسلمين (حزب الله)
JAMA`AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)






THE STATEMENT OF JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH) ON THE PROVOCATIVE CLAIM OF ISRAEL AGAINST AL-AQSHA MOSQUE :

In relation with Israeli Attorney General Yehuda Vainshten who has stated that Al-Aqsha Mosque and the surrounding region is an integral part of the land of Israel (Republika daily, July 23, 2012),  Jama’ah Muslimin (Hizbullah) states the following: 

1. Strongly condemned the provocative statement, considering that Al-Aqsha Mosque is a Muslim place of worship, the third holiest mosque after the Grand Haram Mosque and the Prophet's Mosque, as well as the Muslim shrine of the most recommended place to visit, in accordance to Surah Al-Isra [17]: 1.

2. This provocative statement was a clear action of  theJudaization of Al-Aqsaa Mosque and its surroundings. It was very hurting and desecrating the sanctity of Al-Aqsa Mosque as the first qibla of Muslims, where the Ascension of the Prophet Muhammad Sallallaahu 'AlahiWasallam and obviously contrary to human rights and violation of the Al-Aqsha as a world heritage protected by world body UNESCO. According to Palestinian media, Zionist Israel has been doing a lot of racistJudaization, ranging from the making of tunnels under the Al-Aqsha, illegal Zionist settlements, and the establishment of the Jewish synagogues in the area of ​​the mosque.  In accordance with surah At-Tawbah [9]: 17-18.

3. In relation with the International Conference for The Freedom Al-Quds and Palestine (Bandung, July 4 to 5, 2012), the Syuro Team has been assigned with taking emergency steps to urge Muslims to take immediate concrete steps to save Al-Aqsha Mosque, in ways among others:

·     To move world Muslim Advocacy Team to take the steps necessary legal advocacy for  taking to justice the  crimes of the Zionist regime of Israel.
·      To call on  the ulamas / preachers / leaders / Islamic organizations and  media to always remind Muslims of the importance of the position of Al-Aqsha Mosque in Islam, and efforts towards the Judaization of Al-Aqsha.
·      To call on all Muslims to move on pilgrimages to and defend Al-Aqsha Mosque.
·       To call on all Muslims to provide prayer support, funding and resources, especially in this holy month of Ramadhan, for the sanctity of the Masjid Al-Aqsha and its surroundings.

4. Urging the leaders of countries in the world either Europe, Asia, Africa and America to strongly denounce the Zionist Israel, and to immediately stop the provocations of  thatJudaization unconditionally, to compel Israel to immediately leave the land it colonialize and let the Palestinian nation decide its own fate. This is because of the independence of a nation is the most fundamental human right and most basic right to a nation. Therefore, colonization anywhere in the world, including in Palestine should be stopped. Judaization actions could trigger large-scale religious conflict in the region. Muslims around the world can move to mobilize the masses to take part in a resistance and defense of  Al-Aqsha.

5. Urging all components of the Muslims in Palestine as the people closest to Al-Aqsha Mosque in to continue to close ranks and unite in the struggle for the liberation of Al-Aqsa. Furthermore, to all Muslims in the world to close ranks of the Jama’ahMuslimin in guide manners (Khilafah'AlaaMinhaajinNubuwwah) in order to realize the liberation of Al-Aqsha and the independence of Palestine. Surah Ali Imran fit: 103, and Surah Al-Anfal [8]: 73.
Alhamdulillah, iyyakana’buduwaiyyakanasta’in.
Jakarta, 4 Ramadhan 1433 H. /July 23, 2012.
 Imaamul Muslimin,

(Signed)

Syaikh Muhyiddin Hamidy


-- 
====================================================================
INTERNATIONAL CONFERENCE FOR THE FREEDOM AL-QUDS AND PALESTINE COMMITTEE
Phone/Fax : +62 824 98 933

Gambar-gambar di sekitar Persidangan  Antarabangsa Pembebasan Al-Quds dan Palestin di Bandung, Indonesia







Gambar-gambar sekitar Tabligh Akhbar dan Pasar Ukaz di Cileungsi, Jakarta





 

  




 






Tuesday, July 24, 2012

Deklarasi Bandung 2012

 
      Pada hari Rabu, 04 Julai 2012 bersamaan dengan 14 Sya'ban 1433H telah berlangsung satu Persidangan Antarabangsa Pembebasan Al-Quds dan Palestin atau pun International Conference For The Freedom of Al-Quds and Palestine di  Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Bandung, Indonesia. Majlis telah berlangsung selama 2 hari iaitu sehingga hari Khamis, 05 Julai 2012 dan dihadiri oleh ratusan peserta dari Palestin, UK, Turki, China, Jordan, Monaco, Malaysia dan lain-lain lagi,

     Persidangan ini telah di anjurkan oleh Aqsa Working Group (AWG), Medical Emergency Rescue Commite dan juga Jamaah Muslimin (Hizbullah). Pada persidangan tersebut telah terhasil satu deklarasi seperti yang berikut:

DEKLARASI BANDUNG

  1. Bagi menjayakan perjuangan pembebasan Al-Quds dan Palestin maka perlu ada sokongan padu dari kaum muslimin pada khususnya dan komuniti antarabangsa pada khususnya. 
  2. Bagi menyatukan langkah perjuangan pembebasan Al-Quds dan Palestin, hal-hal yang berikut telah disepakati:
A. Mengamanahkan kepada H. Muhyiddin Hamidy (Jamaah Muslimin) sebagai pemimpin bagi mencapai usaha-usaha untuk mempercepat pembebasan Al-Quds dan kemerdekaan Palestin yang disokong oleh organisasi-organisasi yang peduli dalam permasalahan Palestin.
B. Di bawah kepemimpinan beliau dibentuk suatu Majlis Syura yang akan menyediakan persiapan menegakkan Khilafah sebagai rujukan bagi perjuangan pembebasan Al-Quds dan Palestin maupun pembelaan kepentingan muslimin antarabangsa.
C. Majlis Syura tersebut terdiri dari perwakilan peserta persidangan ini.
D. Lanjutan daripada persidangan ini maka Majlis Syura akan:
  1. Menyebarkan keputusan persidangan ini kepada pihak-pihak Pemerintah dan Parlimen untuk menyampaikan mesej pembebasan Al-Quds dan Palestin melalui Agensi Kerajaan dan seterusnya kepada Liga Bangsa (United Nation).
  2. Melakukan pembelaan terhadap bangsa Palestin terutamanya kaum perempuan dan anak-anak serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengadili kejahatan rejim Zionis Israel atau pemimpin-pemimpinnya yang zalim.
  3. Mengumpul dan menguruskan bantuan-bantuan yang berbentuk material ataupun bukan untuk menolong Al-Quds dan Palestin.
  4. Mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk membuka pejabat konsul di wilayah jalur Gaza bagi urusan diplomasi.
  5. Mempersiapkan pelaksanakan persidangan selanjutnya di Gaza atau tempat-tempat lain yang sesuai dengan situasi dan keadaan.
  6. Mengutus delegasi untuk memudahkan urusan perdamaian antara parti-parti di Palestin serta mempromosikan kesatuan muslimin di Palestin.
  7. Menganjurkan boikot terhadap produk-produk yang menyokong rejim Zionis Israel.
Bandung, 15 Sya’ban 1433 H. / 5 Julai 2012 M.
Atas Nama Peserta Persidangan
 Ahli Mesyuarat:
Prof. Dr. M. Abdurrahman, MA.
Dr. Mahmoud H. Anbar
H. Achmad Michdan, SH.
Drs. Zainuddin Musyaddad, MA.
 Abdul Halim bin Abdul Hamid
Awang Suffian Awang Piut
Agus Sudarmaji, Psi., MSc.
Subhan Amier Chaf, Lc., MA.
Dr. Nutfitri Taher
Dr. Rahima Embong

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Bandung Declaration 2012

  1. To success of A-Quds and Palestinian liberation struggle demands more tangible support from the Muslims in particular and the international community in general.
  2. In order to unify the liberation struggle for Al-Quds and Palestinian, agreed the following matters :
A. Appointing H. Muhyiddin Hamidy as the leader for the endeavors to accelerate the liberation of Al-Quds and Palestine’s independence that is supported by organizations that care about the Palestinian issues.
B. Under his command the team will establish the Syuro that will follow up the preparations to build the caliphate as a referral to the struggle for the international Muslims affairs.
C. The Syuro team consists of the participants of this conference.
D. This Syuro will follow up the conference by:
  1. Spreading the results of this conference to the government and parliament institutions to confirm the message of the liberation of Al-Quds and Palestine trough the State Agency to United Nations.
  2. Providing advocacy for the Palestinian people, especially woman and children and take the steps necessary to prosecute the Zionist regime of Israel or its leaders who commit war crimes.
  3. Collecting and organizing the assistance of both material and non material to help Al-Quds and Palestine liberation.
  4. Urging the Republic of Indonesian government to open a consulate in Gaza for diplomatic service.
  5. Preparing for the next conference in Gaza or elsewhere according to evolving circumstance.
  6. Sending delegations to Palestine to facilitate peace reconciliation of factions and to promote Muslim Unity in Palestine.
  7. Initiating a boycott against products that support the Zionist regime of Israel.
Bandung, 15 Sya’ban 1433 H. / 5 Juli 2012 M.
On Behalf of the Conference Participants
The Team :
Prof. Dr. M. Abdurrahman, MA.
Dr. Mahmoud H. Anbar
H. Achmad Michdan, SH.
Drs. Zainuddin Musyaddad, MA.
Dr. Abdul Halim bin Abdul Hamid
Awang Suffian Awang Piut
Agus Sudarmaji, Psi., MSc.
Subhan Amier Chaf, Lc., MA.
dr. Nutfitri Taher
Dr. Rahima Embong